Cara Mengetahui Harga Pasar Saham Naik atau Turun
Cara paling cepat mengetahui harga saham naik atau turun adalah dengan melihat warna dan tanda persentase di aplikasi broker atau situs resmi Bursa Efek Indonesia (IDX): warna hijau dengan tanda panah ke atas (▲) berarti harga naik, sedangkan warna merah dengan tanda panah ke bawah (▼) berarti harga turun. Perbandingan ini dihitung dari selisih harga saat ini dengan harga penutupan (closing price) hari perdagangan sebelumnya.
Bagi pemula yang baru terjun ke dunia investasi, memahami pergerakan harga saham adalah keterampilan dasar yang wajib dikuasai sebelum mulai membeli atau menjual saham.
Apa Itu Harga Saham Naik dan Turun?
Harga saham naik artinya harga jual-beli saham tersebut di pasar saat ini lebih tinggi dibandingkan harga penutupan pada hari perdagangan sebelumnya. Sebaliknya, harga saham turun artinya harga saat ini lebih rendah dari harga penutupan sebelumnya. Setiap platform investasi biasanya menampilkan tiga informasi utama untuk menunjukkan pergerakan ini :
- Harga terakhir (last price) — harga transaksi paling baru
- Perubahan poin (change) — selisih harga dalam Rupiah
- Perubahan persentase (%) — selisih harga dalam bentuk persen
Contoh: Jika saham BBCA ditutup Rp10.000 kemarin, lalu hari ini harganya Rp10.200, maka tertulis “+200 (+2,00%)” dengan warna hijau, menandakan saham tersebut naik.
Mengapa Harga Saham Bisa Berubah-ubah?
Sebelum masuk ke langkah teknis, penting memahami bahwa harga saham terbentuk dari mekanisme tawar-menawar (permintaan dan penawaran) antara pembeli dan penjual di bursa. Beberapa faktor yang memengaruhi naik-turunnya harga saham antara lain:
- Kinerja keuangan perusahaan — laba, pendapatan, dan proyeksi bisnis
- Kondisi ekonomi makro — suku bunga, inflasi, dan nilai tukar Rupiah
- Sentimen pasar — berita, isu politik, atau kondisi global
- Aksi korporasi — pembagian dividen, stock split, right issue
- Aktivitas jual-beli investor besar (bandar/institusi) — yang memengaruhi volume transaksi
Cara Mengetahui Harga Pasar Saham Naik atau Turun
Berikut langkah-langkah praktis yang bisa langsung dipraktikkan, bahkan oleh orang yang belum pernah membuka aplikasi saham sama sekali.
Langkah 1: Buka Aplikasi atau Situs Penyedia Data Saham
Pilih salah satu sumber data resmi dan terpercaya, misalnya:
- Situs resmi IDX (idx.co.id) — sumber data resmi dari Bursa Efek Indonesia
- Aplikasi IDX Mobile
- Aplikasi broker seperti Stockbit, Ajaib, atau IPOT
- Platform pihak ketiga seperti RTI Business atau Google Finance
Langkah 2: Cari Kode Saham (Ticker) yang Ingin Dipantau
Setiap saham di Indonesia memiliki kode unik yang terdiri dari 4 huruf, misalnya BBCA (Bank Central Asia), TLKM (Telkom Indonesia), atau ASII (Astra International). Ketikkan kode ini pada kolom pencarian di aplikasi atau situs yang digunakan.
Langkah 3: Perhatikan Warna dan Simbol Panah
Setelah data saham muncul, perhatikan tiga hal berikut:
- Warna hijau + panah ke atas (▲) = harga sedang naik
- Warna merah + panah ke bawah (▼) = harga sedang turun
- Warna kuning/abu-abu (biasanya tanpa panah) = harga stagnan (tidak berubah) dari penutupan sebelumnya
Langkah 4: Lihat Angka Perubahan (Poin dan Persentase)
Di samping warna, akan tertera angka perubahan harga, contohnya “+150 (+1,25%)” atau “-100 (-0,85%)”. Angka inilah yang menunjukkan seberapa besar kenaikan atau penurunan harga saham tersebut dibandingkan hari sebelumnya.
Langkah 5: Cek Grafik (Chart) untuk Melihat Tren
Untuk pemahaman yang lebih menyeluruh, buka fitur grafik atau chart yang tersedia di aplikasi. Pilih tampilan grafik candlestick (lilin), lalu perhatikan:
- Candlestick berwarna hijau = harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan pada periode tersebut (naik)
- Candlestick berwarna merah = harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan pada periode tersebut (turun)
Grafik ini membantu melihat pola pergerakan harga dalam rentang waktu tertentu, bukan hanya sesaat.
Rekomendasi Platform untuk Memantau Harga Saham
Berikut beberapa platform yang umum digunakan investor pemula di Indonesia beserta karakteristiknya:
| Platform | Kelebihan | Cocok Untuk |
|---|---|---|
| IDX.co.id / IDX Mobile | Data resmi langsung dari bursa | Verifikasi data resmi |
| Stockbit | Fitur komunitas, analisis, dan riwayat pergerakan bulanan | Pemula yang ingin belajar sambil berdiskusi |
| RTI Business | Data real-time, fitur virtual trading | Latihan sebelum bertransaksi nyata |
| Google Finance | Tampilan sederhana, cepat diakses | Cek cepat tanpa instal aplikasi |
| Ajaib, IPOT, Mirae Asset Sekuritas | Terintegrasi langsung dengan rekening jual-beli | Investor yang sudah punya akun broker |
Catatan penting: pastikan aplikasi atau platform yang digunakan sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar data dan transaksi yang dilakukan aman dan sesuai regulasi di Indonesia.
Istilah Penting yang Wajib Diketahui Pemula
Agar tidak bingung saat membaca data saham, kenali istilah-istilah dasar berikut:
- Open Price — harga pembukaan pada awal sesi perdagangan
- Close Price — harga penutupan pada akhir sesi perdagangan
- High/Low — harga tertinggi dan terendah dalam satu hari perdagangan
- Volume — jumlah lembar saham yang diperdagangkan
- IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) — indikator pergerakan harga rata-rata seluruh saham di BEI
- Top Gainer — daftar saham dengan kenaikan persentase tertinggi
- Top Loser — daftar saham dengan penurunan persentase terbesar
- Auto Reject — batas maksimal kenaikan/penurunan harga saham dalam sehari yang ditetapkan bursa
Tips Membaca Pergerakan Harga agar Tidak Salah Tafsir
- Jangan hanya lihat satu waktu saja. Harga saham bisa berubah setiap detik selama jam perdagangan (pukul 09.00–16.00 WIB pada hari kerja), jadi pantau beberapa kali agar mendapat gambaran tren yang lebih akurat.
- Bandingkan dengan pergerakan IHSG. Jika IHSG juga naik/turun secara umum, itu menunjukkan sentimen pasar secara keseluruhan, bukan hanya masalah pada satu saham.
- Perhatikan volume transaksi. Kenaikan harga dengan volume besar biasanya lebih kuat sinyalnya dibanding kenaikan dengan volume kecil.
- Jangan panik dengan pergerakan harian. Fluktuasi jangka pendek adalah hal wajar di pasar saham; fokus pada tren jangka menengah-panjang jika tujuannya investasi, bukan trading harian.
Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Pemula
- Menganggap warna hijau/merah sebagai jaminan untuk membeli atau menjual tanpa analisis lanjutan
- Tidak memeriksa apakah data yang dilihat real-time atau delay (tertunda beberapa menit)
- Mengabaikan kondisi fundamental perusahaan dan hanya fokus pada pergerakan harga jangka pendek
- Menggunakan aplikasi/situs yang tidak resmi atau tidak diawasi OJK
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Apakah harga saham bisa dilihat secara gratis? Ya, mayoritas platform seperti IDX, Google Finance, Stockbit, dan RTI Business menyediakan data harga saham dasar secara gratis, meskipun beberapa fitur analisis lanjutan mungkin berbayar.
- Kapan waktu terbaik memantau harga saham? Bursa Efek Indonesia buka pada hari kerja (Senin–Jumat), pukul 09.00–16.00 WIB, dengan jeda istirahat siang. Di luar jam tersebut, harga yang ditampilkan adalah harga penutupan terakhir.
- Apakah warna hijau selalu berarti saat yang tepat untuk membeli? Tidak. Warna hijau hanya menunjukkan bahwa harga sedang lebih tinggi dari penutupan sebelumnya, bukan indikasi bahwa saham tersebut layak dibeli. Keputusan investasi sebaiknya mempertimbangkan analisis fundamental dan teknikal lebih lanjut.
Baca juga :
- Cara belajar trading saham untuk pemula
- Cara bermain saham dengan modal 1 juta
- Cara menambahkan chart xauusd di MT5 pc
